SIMULASI DENGAN
PROGRAM ANSYS V13.0
Dalam penelitian ekperimen dapat di analisis dengan menggunakan program ANSYS untuk keperluan simulasi .
Langkah-langkah ini akan dibuat, mulai dari mempersiapkan gambar struktur, atau permodelan, memasukkan beban, serta membaca hasil keluaran dari program ANSYS tersebut. Uraian dari langkah-langkah tersebut, yaitu:
Penulis ingin mengembangkan dan berinovasi dalam menganalisa suatu kasus dengan Numerik Dalam hal ini menggunakan program ANSYS V13.0 ini, perlu diketahui bahwaANSYS akan menulis keseluruhan hasil perhitungan pada folder yang sudahditentukan pada awal penggunaan (lihat Lampiran A). Oleh karena itu,sebaiknya untuk setiap model yang berbeda, gunakanlah folder yang berbedapula, hal ini untuk memudahkan dalam pembacaan hasil atau apabila ingin mengganti input data secara cepat.
Selanjutnya, dalam melakukan proses input data pada ANSYS, dapat dilakukan dengan empat hal, yaitu
1. Dengan cara klasik yaitu memasukkannya satu persatu dalam keadaan program menyala ansys;
2. atau dengan menggunakan text editor seperti Notepad dalam keadaan tanpa menyalakan program.kemudian di edit dengan program ansys;
3. Dengan cara membuatkan model dari program Cad, kemudian di edit dengan program ansys;
4. Dengan cara membuat model dari program Ansys Workbench.
Dalam hal ini, penulis menyarankan untuk membiasakan memasukkan data secara satu persatu dalam mode GUI (Graphical User Interface), selanjutnya menuliskan hasil masukan tersebut dalam format “.txt” untuk memperoleh format yang harus diikuti dalam memasukkan input data melalui text editor. Hal ini sangat penting karena penggunaan jumlah spasi yang berbeda akan menghasilkan arti yang berbeda pula dalam input data tersebut. Setelah didapatkan format“.txt” dari ANSYS, maka kita dapat menambahkan data-data yang diperlukansesuai dengan format yang diberikan dalam file tersebut. Semakin banyak mencoba maka akan semakin mengerti.
Untuk hal-hal lain yang berkaitan dengan trik dan tips dalammenggunakan ANSYS, penulis hanya dapat mengatakan bahwa pengalamanmemang guru yang terbaik. Penulis menyarankan untuk menggunakan ANSYS sesering mungkin agar terbiasa dan fasih dengan fitur serta langkah-langkah dalam melakukan input data. Akan tetapi proses otodidak ini pun harus disertai dengan panduan berupa buku atau tutorial. Beberapa referensi yang disarankan oleh penulis antara lain:
1. Moaveni, Saeed., Finite Element Analysis : Theory And Application With ANSYS (New Jersey: Pearson Education Inc., 2003).
2. http://www.mece.ualberta.ca/tutorials/ansys
3. http://www.hightorqui.co.uk; info@higtorqui.co.uk
Selain itu penulis ingin menyampaikan bahwa penulis berhasil mengetahui tata cara penggunaan program ANSYS secara otodidak yang dibantu dengan beberapa referensi di atas. Oleh karena itu penulis yakin bahwa tidak hanya penulis yang dapat melakukan proses otodidak itu, melainkan sebagian besar orang yang ingin memahami penggunaan ANSYS pun dapat melakukannya.
Dengan mencari di Internet serta bertanya pada orang yang bersedia untuk ditanya semoga orang-orang yang dapat menyediakan waktu untuk ditanya akan menjadi amal. Asalkan hal ini dilakukan dengan tekun dan pantang menyerah dalam mencoba.
Belajar dan belajar terus jangan bosan karena ilmu itu penting kita mengharap ridho Allah orang bisa berbicara atau berteori tapi belum tentu mampu melaksanakannya.
Entri Popular
Rabu, 02 November 2011
SIMULASI DENGAN
PROGRAM ANSYS V13.0
Dalam penelitian ekperimen dapat di analisis dengan menggunakan program ANSYS untuk keperluan simulasi .
Langkah-langkah ini akan dibuat, mulai dari mempersiapkan gambar struktur, atau permodelan, memasukkan beban, serta membaca hasil keluaran dari program ANSYS tersebut. Uraian dari langkah-langkah tersebut, yaitu:
Penulis ingin mengembangkan dan berinovasi dalam menganalisa suatu kasus dengan Numerik Dalam hal ini menggunakan program ANSYS V13.0 ini, perlu diketahui bahwaANSYS akan menulis keseluruhan hasil perhitungan pada folder yang sudahditentukan pada awal penggunaan (lihat Lampiran A). Oleh karena itu,sebaiknya untuk setiap model yang berbeda, gunakanlah folder yang berbedapula, hal ini untuk memudahkan dalam pembacaan hasil atau apabila ingin mengganti input data secara cepat.
Selanjutnya, dalam melakukan proses input data pada ANSYS, dapat dilakukan dengan empat hal, yaitu
1. Dengan cara klasik yaitu memasukkannya satu persatu dalam keadaan program menyala ansys;
2. atau dengan menggunakan text editor seperti Notepad dalam keadaan tanpa menyalakan program.kemudian di edit dengan program ansys;
3. Dengan cara membuatkan model dari program Cad, kemudian di edit dengan program ansys;
4. Dengan cara membuat model dari program Ansys Workbench.
Dalam hal ini, penulis menyarankan untuk membiasakan memasukkan data secara satu persatu dalam mode GUI (Graphical User Interface), selanjutnya menuliskan hasil masukan tersebut dalam format “.txt” untuk memperoleh format yang harus diikuti dalam memasukkan input data melalui text editor. Hal ini sangat penting karena penggunaan jumlah spasi yang berbeda akan menghasilkan arti yang berbeda pula dalam input data tersebut. Setelah didapatkan format“.txt” dari ANSYS, maka kita dapat menambahkan data-data yang diperlukansesuai dengan format yang diberikan dalam file tersebut. Semakin banyak mencoba maka akan semakin mengerti.
Untuk hal-hal lain yang berkaitan dengan trik dan tips dalammenggunakan ANSYS, penulis hanya dapat mengatakan bahwa pengalamanmemang guru yang terbaik. Penulis menyarankan untuk menggunakan ANSYS sesering mungkin agar terbiasa dan fasih dengan fitur serta langkah-langkah dalam melakukan input data. Akan tetapi proses otodidak ini pun harus disertai dengan panduan berupa buku atau tutorial. Beberapa referensi yang disarankan oleh penulis antara lain:
1. Moaveni, Saeed., Finite Element Analysis : Theory And Application With ANSYS (New Jersey: Pearson Education Inc., 2003).
2. http://www.mece.ualberta.ca/tutorials/ansys
3. http://www.hightorqui.co.uk; info@higtorqui.co.uk
Selain itu penulis ingin menyampaikan bahwa penulis berhasil mengetahui tata cara penggunaan program ANSYS secara otodidak yang dibantu dengan beberapa referensi di atas. Oleh karena itu penulis yakin bahwa tidak hanya penulis yang dapat melakukan proses otodidak itu, melainkan sebagian besar orang yang ingin memahami penggunaan ANSYS pun dapat melakukannya.
Dengan mencari di Internet serta bertanya pada orang yang bersedia untuk ditanya semoga orang-orang yang dapat menyediakan waktu untuk ditanya akan menjadi amal. Asalkan hal ini dilakukan dengan tekun dan pantang menyerah dalam mencoba.
Belajar dan belajar terus jangan bosan karena ilmu itu penting kita mengharap ridho Allah orang bisa berbicara atau berteori tapi belum tentu mampu melaksanakannya.
PROGRAM ANSYS V13.0
Dalam penelitian ekperimen dapat di analisis dengan menggunakan program ANSYS untuk keperluan simulasi .
Langkah-langkah ini akan dibuat, mulai dari mempersiapkan gambar struktur, atau permodelan, memasukkan beban, serta membaca hasil keluaran dari program ANSYS tersebut. Uraian dari langkah-langkah tersebut, yaitu:
Penulis ingin mengembangkan dan berinovasi dalam menganalisa suatu kasus dengan Numerik Dalam hal ini menggunakan program ANSYS V13.0 ini, perlu diketahui bahwaANSYS akan menulis keseluruhan hasil perhitungan pada folder yang sudahditentukan pada awal penggunaan (lihat Lampiran A). Oleh karena itu,sebaiknya untuk setiap model yang berbeda, gunakanlah folder yang berbedapula, hal ini untuk memudahkan dalam pembacaan hasil atau apabila ingin mengganti input data secara cepat.
Selanjutnya, dalam melakukan proses input data pada ANSYS, dapat dilakukan dengan empat hal, yaitu
1. Dengan cara klasik yaitu memasukkannya satu persatu dalam keadaan program menyala ansys;
2. atau dengan menggunakan text editor seperti Notepad dalam keadaan tanpa menyalakan program.kemudian di edit dengan program ansys;
3. Dengan cara membuatkan model dari program Cad, kemudian di edit dengan program ansys;
4. Dengan cara membuat model dari program Ansys Workbench.
Dalam hal ini, penulis menyarankan untuk membiasakan memasukkan data secara satu persatu dalam mode GUI (Graphical User Interface), selanjutnya menuliskan hasil masukan tersebut dalam format “.txt” untuk memperoleh format yang harus diikuti dalam memasukkan input data melalui text editor. Hal ini sangat penting karena penggunaan jumlah spasi yang berbeda akan menghasilkan arti yang berbeda pula dalam input data tersebut. Setelah didapatkan format“.txt” dari ANSYS, maka kita dapat menambahkan data-data yang diperlukansesuai dengan format yang diberikan dalam file tersebut. Semakin banyak mencoba maka akan semakin mengerti.
Untuk hal-hal lain yang berkaitan dengan trik dan tips dalammenggunakan ANSYS, penulis hanya dapat mengatakan bahwa pengalamanmemang guru yang terbaik. Penulis menyarankan untuk menggunakan ANSYS sesering mungkin agar terbiasa dan fasih dengan fitur serta langkah-langkah dalam melakukan input data. Akan tetapi proses otodidak ini pun harus disertai dengan panduan berupa buku atau tutorial. Beberapa referensi yang disarankan oleh penulis antara lain:
1. Moaveni, Saeed., Finite Element Analysis : Theory And Application With ANSYS (New Jersey: Pearson Education Inc., 2003).
2. http://www.mece.ualberta.ca/tutorials/ansys
3. http://www.hightorqui.co.uk; info@higtorqui.co.uk
Selain itu penulis ingin menyampaikan bahwa penulis berhasil mengetahui tata cara penggunaan program ANSYS secara otodidak yang dibantu dengan beberapa referensi di atas. Oleh karena itu penulis yakin bahwa tidak hanya penulis yang dapat melakukan proses otodidak itu, melainkan sebagian besar orang yang ingin memahami penggunaan ANSYS pun dapat melakukannya.
Dengan mencari di Internet serta bertanya pada orang yang bersedia untuk ditanya semoga orang-orang yang dapat menyediakan waktu untuk ditanya akan menjadi amal. Asalkan hal ini dilakukan dengan tekun dan pantang menyerah dalam mencoba.
Belajar dan belajar terus jangan bosan karena ilmu itu penting kita mengharap ridho Allah orang bisa berbicara atau berteori tapi belum tentu mampu melaksanakannya.
Minggu, 30 Oktober 2011
PULL OUT TEST
Numerical Simulation of the Concrete Reinforcement Pull-Out Test
Finite element modeling of the concrete reinforcement pull-out test is conducted by commercial FEM package, ANSYS. Using the symmetric condition of the test, the real model can be transferred to the FEM model by applying axisymmetric element. PLANE82 element in ANSYS package is chosen due to its special capabilities on calculating the axisymmetric condition.
Input File: PullOutTest_Case_Axi.inp
All axisymmetric modeling and the meshing is set up in the input file above. Then, the contact condition is assigned by applying the contact manager. Important to remember, contact can be assigned after doing mesh.
1. Reading the input file. Open ANSYS File
Select the input file destination folder, and select the type of file to ANSYS Commands (*.*)
Select the input file, click the Open button.
After reading the input file, in ANSYS workspace will look like as follow
Contact wizard dialog appears, select radio button on Target Surfaces to Lines and on Target Type to Flexible.
Numerical Simulation of the Concrete Reinforcement Pull-Out Test
Finite element modeling of the concrete reinforcement pull-out test is conducted by commercial FEM package, ANSYS. Using the symmetric condition of the test, the real model can be transferred to the FEM model by applying axisymmetric element. PLANE82 element in ANSYS package is chosen due to its special capabilities on calculating the axisymmetric condition.
All axisymmetric modeling and the meshing is set up in the input file above. Then, the contact condition is assigned by applying the contact manager. Important to remember, contact can be assigned after doing mesh.
1. Reading the input file. Open ANSYS File
Select the input file destination folder, and select the type of file to ANSYS Commands (*.*)
Select the input file, click the Open button.
Kamis, 04 Agustus 2011
Langganan:
Komentar (Atom)